Setia itu indah dan membuat dunia ini lebih baik. Tapi tidak semua orang dapat komitmen untuk setia, setia pada janji,setia pada pasangan,setia pada setiap omongan yang telah keluar dari mulutnya. Telah banyak hati yang hancur akibat dikhianati, udah banyak orang yang melakukan kejahatan dan bunuh diri akibat kesetiaannya dihancurkan.
Kedewasaan bukan soal umur, tapi soal komitmen untuk menjadi pribadi yang bijaksana serta berpikir jernih dalam banyak masalah. Kita yang selalu dibohongi, dikhianati, menepati janji dengan segala bukti kesetiaan adalah bukti bahwa engkau adalah jiwa yang bijaksana dan dewasa. Tapi tidak selalu begitu,karena dalam kesetiaan untuk menepati janji dan sebagainya kita di hadapkan pada sebuah pilihan untuk berpikir. Memilih untuk bertahan atau mendua.
Mempermainkan adalah contoh konkret tentang hati yang tidak tulus, egois dan komitmen yang rapuh. Sementara orang yang setia akan berpikir tentang masa depan yang jauh demi kebahagiaan bersama.
Kesetiaan tidak dibuktikan dengan hanya kata-kata tapi memerlukan proses pembuktian dengan proses hubungan yang panjang, membuktikan sikap yang nyata terhadap pasangan. Kesetiaan membuat tenang, ketika itu tidak membuat hati gelisah dan gundah, kerena masih ada hati yang takut terhadap pasangan.
Dan Aku adalah orang yang berusaha untuk setia dan di hantui rasa takut akan kehilangan seorang wanita yang kusayang.
Love you sayang, love you masa depan ku
BalasHapus